Untuk apakah diri ini termangu.
Demi siapakah hati ini berseru.
Dimana lagi harus kucari bayangmu.
Sampai kapankah ku harus menunggu.
Ku berpikir bagaimana lagi caraku mengadu.
Di benakku hanya tersimpan tanya mengapa engkau berlalu meninggalkanku.
Dalam kesunyian aku mencari.
Jawaban rindu yang terus menyakiti.
Di bawah terik mentari aku menanti.
Kehadiranmu wahai penyejuk hati.
Dalam bayang keraguan yang senantiasa menguasai.
Namun ku takkan pernah menyerah.
Meski raga ini begitu lelah.
Raga yang penuh rasa bersalah.
Raga yang selalu kalah.
Saat berperang melawan amarah.
Namun selalu kucoba melangkah.
Hadapi semua cobaan meski tiada arah.
Demi siapakah hati ini berseru.
Dimana lagi harus kucari bayangmu.
Sampai kapankah ku harus menunggu.
Ku berpikir bagaimana lagi caraku mengadu.
Di benakku hanya tersimpan tanya mengapa engkau berlalu meninggalkanku.
Dalam kesunyian aku mencari.
Jawaban rindu yang terus menyakiti.
Di bawah terik mentari aku menanti.
Kehadiranmu wahai penyejuk hati.
Dalam bayang keraguan yang senantiasa menguasai.
Namun ku takkan pernah menyerah.
Meski raga ini begitu lelah.
Raga yang penuh rasa bersalah.
Raga yang selalu kalah.
Saat berperang melawan amarah.
Namun selalu kucoba melangkah.
Hadapi semua cobaan meski tiada arah.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar