Pilih Warna Kesukaan Anda

Home

Isi menu tab view 1
Isi menu tab view 2
Isi menu tab view 3
Sumber : Ferdy Vilnius © COPYRIGHT 2011

Ferdy Vilnius, Mi, S.Kom, C4i ^_^

Rela

 Saat aku tak bisa lagi bertahan dengan semua ini.
Saat aku tak mampu lagi menahan tangis di hati.


Pergilah dan jangan kembali lagi.Tanpa kata perpisahan.Tanpa penyesalan.Dan tanpa tatapan mata yang terluka.
Aku akan merelakan.
Semuanya pergi.
Meninggalkan aku dalam kesendirian.
Jika itu demi kebahagiaan cinta mu.

Selamat Tinggal

Aku tak merasa kalah dalam penantian ini.
Aku hanya merasa lelah yang teramat sangat.
Setelah mengurung hatiku dengan cinta yang tak pernah terjawab.

Aku seperti tertusuk duri yang tak pernah kusadari.
seberapa dalam meninggalkan luka perih.
Menikmati sakitnya sampai tak terasa lagi luka telah mengalirkan darah.



Begitu dalamnya cinta menghunjam hingga tak bisa kubedakan lagi antara tangis & tawa.
Keduanya telah menjadi satu dalam butiran hampa.


Terbata dalam kata.
Tertatih dalam jejaknya.
Tersia-sia tanpa bahagia.


Aku mungkin belum kalah, tapi yang pasti aku mulai kecewa.
Membawa kakiku berjalan menjauh dari cintamu.
Perlahan tapi pasti.
Tertahan tapi tak punya daya untuk kembali.

Ditinggal Sang Kekasih

Untuk apakah diri ini termangu.
Demi siapakah hati ini berseru.
Dimana lagi harus kucari bayangmu.
Sampai kapankah ku harus menunggu.

Ku berpikir bagaimana lagi caraku mengadu.
Di benakku hanya tersimpan tanya mengapa engkau berlalu meninggalkanku.
Dalam kesunyian aku mencari.
Jawaban rindu yang terus menyakiti.
Di bawah terik mentari aku menanti.
Kehadiranmu wahai penyejuk hati.

Dalam bayang keraguan yang senantiasa menguasai.
Namun ku takkan pernah menyerah.
Meski raga ini begitu lelah.
Raga yang penuh rasa bersalah.


Raga yang selalu kalah.
Saat berperang melawan amarah.
Namun selalu kucoba melangkah.
Hadapi semua cobaan meski tiada arah.

Perpisahan

Suka duka dan bahagia.
Satu dalam kebersamaan.
Beribu bintang tersenyum di sana.
Derai air mata basahi pipi.
Terungkap makna kesedihan hati.
Tersirat sejuta tanya.
Kapan.......
Kapan.......
Kapan kita dapat berjumpa.
Kapan kita dapat bersama.
Waktu dan masa telah memisahkan kita.

Sakit Hati

Cinta selalu menyakitkan hati.
Terluka dan menangis.
Dia tak kan pernah peduli.
Selalu cuek seakan tak terjadi apa-apa.
Selalu merasa benar walau terkadang salah.
Mengaku yang paling dicintai.
Namun dihiyanati.
Tapi semua telah terjadi..
Cinta hanya bisa diam.
Sampai kemudian hari.

Aku Tanpamu

Hari-hari ku terasa hampa.
Setelah bayang mu,
Tak pernah lagi ku jamah
Senyum mu tak pernah lagi ku rasa.



Aku seperti tak bernyawa. 
Saat kau tingalkan aku dalam diam. 
Kau acuhkan aku tanpa perasaan. 
Kau buat aku menangis.




 

Namun, saat ku mulai mengubur tentang mu.
Kau membuang kenangan kita.
Kau tiba-tiba hadir.
Seakan rasa salah tak pernah ada di benakmu.

















Namun, ku takkan pernah lagi senyum untukmu.
Karena langit tak selamanya cerah.
Karena angin tak selamanya memberikan kesejukan.
Dan karena aku,
Tak selamanya mengharapkan cinta mu.

Dusta Dalam Cinta

Hati ini terasa sunyi tanpa nafas cintamu.
Hidup ini sepi tanpa senyuman darimu.
Diri ini senyap tanpa jiwa kasih mu.
Ruang hatiku gelap tanpa arah tuk melangkah


Cinta,
Mengapa semua harus terjadi ??
Mengapa di saat terang dunia kalbuku kau berlalu
Kau tinggalkan sepenggal dusta dalam rasa.


Cinta,
Aku hanya mampu memeluk rasa.
Memeluk mimpi senja yang kelabu.
Menitip harapan fajar kelana.


Cinta,
Kau buat aku tak yakin untuk melangkah.
Kau beri aku segenggam luka.
Mengapa cahaya pelangi menjadi api.


Selamat jalan cinta,
Selamat berbahagia di atas luka ku.
Biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai.