Pilih Warna Kesukaan Anda

Home

Isi menu tab view 1
Isi menu tab view 2
Isi menu tab view 3
Sumber : Ferdy Vilnius © COPYRIGHT 2011

Ferdy Vilnius, Mi, S.Kom, C4i ^_^

Rela

 Saat aku tak bisa lagi bertahan dengan semua ini.
Saat aku tak mampu lagi menahan tangis di hati.


Pergilah dan jangan kembali lagi.Tanpa kata perpisahan.Tanpa penyesalan.Dan tanpa tatapan mata yang terluka.
Aku akan merelakan.
Semuanya pergi.
Meninggalkan aku dalam kesendirian.
Jika itu demi kebahagiaan cinta mu.

Selamat Tinggal

Aku tak merasa kalah dalam penantian ini.
Aku hanya merasa lelah yang teramat sangat.
Setelah mengurung hatiku dengan cinta yang tak pernah terjawab.

Aku seperti tertusuk duri yang tak pernah kusadari.
seberapa dalam meninggalkan luka perih.
Menikmati sakitnya sampai tak terasa lagi luka telah mengalirkan darah.



Begitu dalamnya cinta menghunjam hingga tak bisa kubedakan lagi antara tangis & tawa.
Keduanya telah menjadi satu dalam butiran hampa.


Terbata dalam kata.
Tertatih dalam jejaknya.
Tersia-sia tanpa bahagia.


Aku mungkin belum kalah, tapi yang pasti aku mulai kecewa.
Membawa kakiku berjalan menjauh dari cintamu.
Perlahan tapi pasti.
Tertahan tapi tak punya daya untuk kembali.

Ditinggal Sang Kekasih

Untuk apakah diri ini termangu.
Demi siapakah hati ini berseru.
Dimana lagi harus kucari bayangmu.
Sampai kapankah ku harus menunggu.

Ku berpikir bagaimana lagi caraku mengadu.
Di benakku hanya tersimpan tanya mengapa engkau berlalu meninggalkanku.
Dalam kesunyian aku mencari.
Jawaban rindu yang terus menyakiti.
Di bawah terik mentari aku menanti.
Kehadiranmu wahai penyejuk hati.

Dalam bayang keraguan yang senantiasa menguasai.
Namun ku takkan pernah menyerah.
Meski raga ini begitu lelah.
Raga yang penuh rasa bersalah.


Raga yang selalu kalah.
Saat berperang melawan amarah.
Namun selalu kucoba melangkah.
Hadapi semua cobaan meski tiada arah.

Perpisahan

Suka duka dan bahagia.
Satu dalam kebersamaan.
Beribu bintang tersenyum di sana.
Derai air mata basahi pipi.
Terungkap makna kesedihan hati.
Tersirat sejuta tanya.
Kapan.......
Kapan.......
Kapan kita dapat berjumpa.
Kapan kita dapat bersama.
Waktu dan masa telah memisahkan kita.

Sakit Hati

Cinta selalu menyakitkan hati.
Terluka dan menangis.
Dia tak kan pernah peduli.
Selalu cuek seakan tak terjadi apa-apa.
Selalu merasa benar walau terkadang salah.
Mengaku yang paling dicintai.
Namun dihiyanati.
Tapi semua telah terjadi..
Cinta hanya bisa diam.
Sampai kemudian hari.

Aku Tanpamu

Hari-hari ku terasa hampa.
Setelah bayang mu,
Tak pernah lagi ku jamah
Senyum mu tak pernah lagi ku rasa.



Aku seperti tak bernyawa. 
Saat kau tingalkan aku dalam diam. 
Kau acuhkan aku tanpa perasaan. 
Kau buat aku menangis.




 

Namun, saat ku mulai mengubur tentang mu.
Kau membuang kenangan kita.
Kau tiba-tiba hadir.
Seakan rasa salah tak pernah ada di benakmu.

















Namun, ku takkan pernah lagi senyum untukmu.
Karena langit tak selamanya cerah.
Karena angin tak selamanya memberikan kesejukan.
Dan karena aku,
Tak selamanya mengharapkan cinta mu.

Dusta Dalam Cinta

Hati ini terasa sunyi tanpa nafas cintamu.
Hidup ini sepi tanpa senyuman darimu.
Diri ini senyap tanpa jiwa kasih mu.
Ruang hatiku gelap tanpa arah tuk melangkah


Cinta,
Mengapa semua harus terjadi ??
Mengapa di saat terang dunia kalbuku kau berlalu
Kau tinggalkan sepenggal dusta dalam rasa.


Cinta,
Aku hanya mampu memeluk rasa.
Memeluk mimpi senja yang kelabu.
Menitip harapan fajar kelana.


Cinta,
Kau buat aku tak yakin untuk melangkah.
Kau beri aku segenggam luka.
Mengapa cahaya pelangi menjadi api.


Selamat jalan cinta,
Selamat berbahagia di atas luka ku.
Biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai.

Kesakitan Dalam Hidupku Yang Terluka

"Aku Sakit"

Aku tahu aku tak smpurna.
Tapi, apakah salah, jika aku menginginkan seorang yang smpurna ??
apakah aku tak pantas dicinta ??


Aku memang munafik.
Tapi apa daya semua ini, percma aku mengharapkan dia kembli.

Dia hanya anggap aku angin lalu.
apakah berhak untuk aku memaksa dia kembali ??
apakah berhak, jika aku memaksa dia untuk mencntaiku lagi??
Saat dia sudah berpaling ke yang lain, aku mulai tak sanggup melihat dia berdua.
Tapi, hanya 1 pesanku tuk sesorang itu, "Jaga dia, dan buat dia selalu tersenyum ketika ada di sampingmu".





“LUKA”

Luka.
mengapa kau harus datang, menambah beban hidup yang kelam.
tersisih asa yang hilang, ku ingin mati.
Jika tuhan mempersetujui, bukan karena kamu yang begitu ku cinta.
Tapi karena ku memang harus terluka, begitu sakit dan begitu perih.

Tapi kan ku pendam luka ini agar kau mengerti.
Betapa tulus rasa cintaku, sampai ku rela tuk mati “HANYA KARENA LUKA”

Arti Cinta

Cinta yang tak pernah habis untuk dibicarakan, entah berapa ribu bahkan jutaan kata-kata mutiara tentang cinta untuk diucapkan, direnungkan, dikhayalkan, namun belum tentu bisa direalisasikan. Entahlah, cinta memang aneh dan bisa diungkapkan dengan kata-kata mutiara cinta sesuai dengan situasi dan kondisi. Kumpulan kata-kata mutiara cinta dibawah ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi anda untuk mengungkapkan betapa dalam cinta anda pada si dia.

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.

Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.

Koordinasi Manajemen


KOORDINASI
Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.

Tiga macam satuan-satuan organisasi menurut James D.Thompson:
1. Saling ketergantungan yang menyatu.
2. Saling ketergantungan yang berurutan.
3. Saling ketergantungan timbal balik.

Bagian-bagian yang mempersulit penggkoordinasian dalam organisasi secara efektif, yaitu:
1. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu.
2. Perbedaan dalam orientasi waktu.
3. Perbedaan dalam orientasi antar pribadi.
4. Perbedaan dalam formalitas struktur.
 
Komunikasi adalah kunci koordinasi yang efektif. Ada tiga pendekatan untuk pencapaian koordinasi yang efektif, antara lain:
1. Hanya mempergunakan teknik-teknik manajemen dasar.
2. Diperlukan bermacam-macam satuan organisasi menjadi saling tergantung dan lebih luas dalam ukuran dan fungsi.
3. Peningkatan koordinasi potensial, mengurangi kebutuhan akan koordinasi.

Komponen-komponen vital manajemen dapat dirincikan secara berikut:
1. Hirarki manajerial.
2. Aturan dan prosedur.
3. Rencana dan penetapan tujuan.

Koordinasi potensial dapat ditingkatkan dalam dua cara vertikal dan horizontal.
Sistem Informasi Vertikal adalah peralatan melalui mana data disalurkan melewati tingkatan-tingkatan organisasi.
Hubungan-hubungan Lateral (Horizontal). Melalui pemotongan rantai perintah, hubungan-hubungan lateral membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat hirarki dimana informasi yang dibutuhkan ada.

Beberapa hubungan lateral, yang dapat diperinci sebagai berikut:
1. Kontak langsung antara individu-individu yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
2. Peranan penghubung, yang menangani komunikasi antar departemen sehingga mengurangi panjangnya saluran komunikasi.
3. Panitia dan satuan tugas. Panitia biasanya diorganisasi secara formal dengan pertemuan yang dijadwalkan teratur.
4. Pengintegrasian peranan-peranan, yang dilakukan oleh misal manajer produk atau proyek, perlu diciptakan bila suatu produk, jasa atau proyek khusus memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus menerus dari seseorang.
5. Peranan penghubung manajerial, yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan implementasinya.
6. Organisasi matriks.

Dua metode pengurangan kebutuhan koordinasi, yaitu:
1. Penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan.
2. Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri.

Rentang manajemen adalah jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan dan memberi laporan secara langsung kepada manajer tertentu.

Dua alasan utama mengapa penentuan rentang yang tepat adalah penting.
1. Rentang manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.
2. Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi.

Tiga pilihan meningkatnya jumlah karyawan:
1. Rentang manajemen naik.
2. Hirarki tingkatan manajemen naik.
3. Kombinasi keduanya.

Dasarnya faktor-faktor pengaruh yang dipertimbangkan adalah:
1. Kesamaan fungsi-fungsi: semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
2. Kedekatan geografis: semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, secara fisik, rentangan semakin melebar.
3. Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan: semakin sedikit pengawasan langsung yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
4. Tingkat koordinasi pengawasan yang dibutuhkan: semakin berkurang koordinasi yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
5. Perencanaan yang dibutuhkan manajer: semakin sedikit perencanaan yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
6. Bantuan organisasional yang tersedia bagi pengawas: lebih banyak bantuan yang diterima pengawas dalam fungsi-fungsi seperti penarikan, latihan, dan pengawasan mutu, rentangan semakin melebar.
Rentang situasi bawahan dan atasan yang secara ringkas dapat ditunjukan berikut ini:

1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi. Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
* Pekerjaan bersifat rutin.
* Operasi-operasi stabil.
* Pekerjaan bawahan sejenis.
* Bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan yang lain.
* Prosedur-prosedur dan metoda-metoda dibuat secara baik dan telah diformalisasi.
* Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.

2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan. Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
* Bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu.
* Bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat.

3. Faktor-faktor yang berhubungan dengan atasan. Rentangan manajemen dapat relatif melebar bila:
* Manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan tinggi.
* Manajer menerima bantuan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengawasannya.
* Manajer tidak mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan.
* Manajer lebih menyukai gaya pengawasan yang lepas dari pada ketat.

Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. Suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
1. Risiko Operasional
2. Risiko Hazard
3. Risiko Finansial
4. Risiko Strategik

1. Risiko Operasional adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem. Sumber terjadinya risiko operasional paling luas dibanding risiko lainnya yakni selain bersumber dari aktivitas di atas juga bersumber dari kegiatan operasional dan jasa, akuntansi, sistem tekhnologi informasi, sistem informasi manajemen atau sistem pengelolaan sumber daya manusia.

2. Risiko Hazard adalah Risiko yang dipakai dalam sebuah asuransi untuk melihat terjadinya kerugian-kerugian dalam sebuah perusahaan asuransi.

3. Risiko Finansial adalah Risiko yang diapakai untuk melakukan pengecekan kerugian perusahaan.

4. Risiko Strategik adalah risiko yang timbul apabila bank salah menerapkan strategi, terlambat merubah strategi, kurang responsif terhadap strategi yang dijalankan untuk mencapai sebuah tujuan. Pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat juga salah satu penyebab timbulnya risiko strategik.

suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik
suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik
suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik

Pengertian Risiko

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.

Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity, sedangkan ketidak pastian yang menibulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).

Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan kalaupun rugi hanya kecil sekali? Misalnya membeli loterei. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli loterei relatif kecil.Apakah ini juga tergolong Risiko? jawabannya adalah hal ini juga tergolong risiko. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko.


Kategori risiko

Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :

1. risiko spekulatif, dan
2. risiko murni.


Risiko spekulatif

Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.

Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.

Risiko murni

Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan (insurable risk).

Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.


pedoman standar penerapan manajemen risiko bagi bank yang mencakup : 
1. Risiko Kredit, yakni risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) untuk memenuhi kebutuhannya dalam melakukan pembayaran. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti pembiayaan, treasury, atau investasi yang tercatat dalam pembukuan bank. 
2. Risiko Pasar, yakni risiko yang terjadi akibat berubahnya variabel dari portfolio yang dimiliki oleh bank. Variabel yang berubah biasanya adalah suku bunga dan nilai tukar mata uang. Risiko pasar dapat bersumber dari kegiatan investasi bank dalam bentuk surat berharga, pengadaan valas atau penempatan pada lembaga keuangan lainnya. 
3. Risiko Likuiditas, yakni risiko yang dimiliki karena bank gagal melakukan pembayaran terhadap kewajibannya yang jatuh tempo. Risiko dapat bersumber dari aktivitas bank dalam bidang perkreditan, penyediaan dana, dan instrumen hutang. 
4. Risiko Operasional, adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem. Sumber terjadinya risiko operasional paling luas dibanding risiko lainnya yakni selain bersumber dari aktivitas di atas juga bersumber dari kegiatan operasional dan jasa, akuntansi, sistem tekhnologi informasi, sistem informasi manajemen atau sistem pengelolaan sumber daya manusia. 
5. Risiko Hukum, timbul dari kegiatan yuridis antara lain dalam timbulnya tuntutan hukum dari pihak ketiga, ketiadaan peraturan perundangan yang mendukung, kelemahan pengikatan, atau pengikatan jaminan yang tidak sempurna sehingga bank tidak dapat melakukan tindakan likuidasi. Risiko ini dapat timbul dari aktivitas pembiayaan maupun aktivitas operasional. 
6. Risiko Reputasi, adalah risiko yang timbul dari perpepsi masyarakat atau publikasi negatif terhadap kondisi bank. 
7. Risiko Stratejik, adalah risiko yang timbul apabila bank salah menerapkan strategi, terlambat merubah strategi, kurang responsif terhadap strategi yang dijalankan untuk mencapai sebuah tujuan. Pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat juga salah satu penyebab timbulnya risiko strategik. 
8. Risiko Kepatuhan, adalah risiko yang bersinggungan erat dengan risiko yang lain. Pada dasarnya risiko kepatuhan terkait dengan risiko yang timbul apabila kita tidak mentaati regulasi yang ada. Misalnya risiko kredit dapat muncul apabila kita tidak dapat memenuhi ketentuan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) atau Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Sedangkan risiko operasional dapat dapat muncul apabila perbankan mengabaikan ketentuan Posisi Devisa Netto (PDN). Risiko stratejik dapat muncul terkait Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) yang dibuat oleh bank. Risiko reputasi dapat muncul seandainya Non Performing Loan (NPL) naik melejit melebihi ketentuan yang ada.