Pilih Warna Kesukaan Anda

Home

Isi menu tab view 1
Isi menu tab view 2
Isi menu tab view 3
Sumber : Ferdy Vilnius © COPYRIGHT 2011

Ferdy Vilnius, Mi, S.Kom, C4i ^_^

Setelah Hari Pernikahanku dan Akhirnya Aku Merasa Tidak Pernah Kesepian lagi

Hari ini ku tuangkan kedalam blog ini, tentang perasaanku sebagaimana aku telah menjadi Suami dan mempunyai Istri, dan aku berangan-angan mengenai kelanjutan masa depanku bersama-Nya.

Aku bahagia dengan keadaan ini, meskipun aku tau kepribadian-Nya yg terdahulu, dan aku mengerti tentang itu. aku mungkin tidak sempurna untuk dirinya dan meskipun demikian aku sanggup dan tidak ada sedikitpun untuk berpaling dari-Nya sedikitpun. karena dari dalam lubuk hatiku hanya ada dirinya seorang ta'kan pernah ada yg lain selain dirinya, dan bahkan aku rela memberikan apapun yg ku punya untuk dirinya.

Namun dirinya apakah mengerti mengenai perasaanku?
aku tau aku banyak kekurangan untuk dirinya namun aku mengerti akan hal tersebut, dan aku belajar untuk menjadi yg sempurna untuk dirinya.
aku tau mencintai dan menyayangi seseorang itu akan sangat sulit dari dalam hati, dan aku mengerti semua itu. aku berharap, Istriku mengerti yg aku Rasakan.
terus terang aku manusia yg agak Posesif mungkin dan agak pencemburu tapi hal tersebut banyak orang mengatakan sebagai rasa sayang dan takut akan kehilangan. tapi caraku mungkin berbeda menurut dirinya, aku tahu manusia itu berbeda-beda perasaannya, tapi aku belajar memahami dirinya dan kemauan-Nya. Dan aku tau aku egois, emosional, sulit mengontrol diri disaat marah maupun sedang kesal. aku mengerti semua itu akan tetapi semua itu keluar dengan dasar yg mungkin dirinya tidak bisa menerima hal itu.

Aku adalah orang yg sederhana, dan kami sudah komitmen dengan hal itu sejak awal kita bertemu sampai pernikahan ku tepat di tanggal 17 November 2017.
Aku juga mengajari-Nya hal-hal yg bertujuan untuk masa depan (bukan bermaksud untuk mengguruinya) meskipun Dia lebih tua daripada aku. Akan tetapi aku mau berbagi pengalaman ku untuknya.

Aku sudah tinggal serumah dan bertekat untuk membahagiakan-Nya dengan cara apapun, yg mungkin dirinya merasa Tidak Bebas, Tidak Leluasa, & Merasa Bosan. Meskipun demikian, aku berusaha menghibur disaat perasaan-Nya seperti itu.
aku tidak suka dengan hal-hal kecil yg diperdebatkan, aku lebih suka dirinya jujur dan terus terang kepadaku. akan tetapi masih kadang menutupi sesuatu kepadaku yg merupakan Suami-Nya Resmi.
Aku tau memang pernikahan kita baru dan belum lama, mungkin hatinya masih belum bisa menerima semua ini, tapi aku yakin Dia pasti akan berubah demi Aku yg merupakan Suami-Nya.

Aku sangat Menerima dirinya sebagaimana seperti diriku sendiri dan aku berharap Dia mampu memahami perasaanku dan keinginanku tapi dengan secara berjalannya waktu (Aku Tidak Suka Memaksa). Aku pun mungkin dengan cara yg salah mengenai hal tersebut. tapi aku terus berusaha, agar Dia dapat mengerti hal dan keinginanku tersebut. dan aku hanya ingin dia terbuka dan terus terang sama seperti adanya aku ini.

Setiap ada beberapa pertanyaanku kepadanya, Dia selalu marah padahal aku bertanya dengan baik-baik dan tidak marah, jika dia menjawab jujur apa adanya pun aku selalu terima. karena aku berusaha menjadi suami yg baik. aku berusaha untuk selalu sabar kepadanya, akan tetapi Dia kadang tidak mau menjawab dan bahkan dengan Nada yg Emosi. Apakah Aku Salah Bertanya kepada-Nya ?
Aku tidak akan pernah marah kepada-Nya atau Kesal, jikalau pun Dia menceritakan Hal Baik/Buruk untuk menjawab pertanyaanku, aku tidak suka memaksa, tapi pertanyaan pasti butuh jawaban, sewaktu-waktu ku ulang kembali dengan pertanyaan yg pernah ku tanya, Dia pasti Marah dengan nada yg tinggi dan Emosi, padahal Aku hanya ini Tahu dan butuh Jawabannya (Aku Adalah Suaminya dan Aku Berhak Tau, Apakah pertanyaan itu Salah Menurutnya ?).

Aku mengakui Dia sebagai Istri-Ku yg Sah kepada siapapun dan kepada orang lain, kepada Rekan Kerja dan kepada teman-temanku. tidak ada satupun yg menanyakan ku jawab Dia adalah cewekku/pacarku, jawaban itu tidak pernah ada dalam jawaban dan pikiranku, akan tetapi Dia masih tidak mau mengakui aku sebagai suaminya. Apakah tidak sedih mendengar dan melihat sendiri terang-terangan di depan mataku? jika kalian menjadi aku, apakah yg ada pada perasaan kalian.

Aku tahu Dia masih malu untuk mengakui aku sebagai suaminya, tapi aku berharap itu semua bisa dilakukan dengan apa adanya, dan aku yakin Dia saat ini pasti bisa mengakui aku sebagai Suaminya sama seperti yg aku lakukan. Aku banyak berharap kepadanya dan aku yakin Dia tidak akan melakukan hal yg buruk kepadaku, Dia adalah Orang yg baik, Aku mengakui dan sangat mengakui itu. Seandainya Dia tahu, Aku yg sebenarnya, Aku Takut kehilangan dirinya, karena aku menyayangi dan mengasihinya dari hatiku bukan hanya dimulut saja.

Hari ini ku tuangkan perasaanku yg sebenarnya, semoga Dia bisa mengerti dan memahami aku dan bisa menerima aku apa adanya dan mau mengakui aku sebagai Suaminya di depan orang banyak dan kepada teman-temanNya. Aku pun juga selalu berdoa kepada Tuhan, agar Hubungan kita Baik dan berjalan dengan Lancar tanpa ada Halangan Satupun, dan aku berdoa untuk masa depan kita berdua agar selalu diberkati dan dilindungi sampai selama-lamanya dan hanya maut yg dapat memisahkan kita berdua. Amin.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia. Tuhan Berkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar