Pilih Warna Kesukaan Anda

Home

Isi menu tab view 1
Isi menu tab view 2
Isi menu tab view 3
Sumber : Ferdy Vilnius © COPYRIGHT 2011

Ferdy Vilnius, Mi, S.Kom, C4i ^_^

Manajemen & Manajer

I.Tingkatan Manajemen :

1. Manajer Lini – Pertama
2. Manager Menengah
3. Manager Puncak

II.Tugas-tugas Penting Manajer :

1.Manajer Bekerja dgn dan melalui orang lain.
2.Menajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan2 yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas.
3.Manajer bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan.
4.Manajer harus berpikir secara kritis dan konseptual.
5.Manajer adalah seorang Mediator.
6.Manajer adalah seorang Politisi.
7.Manajer adalah seorang Diplomat.
8.Manajer mengambil Keputusan2 Sulit.

III.Ketrampilan Manajerial :

1.Ketrampilan Konseptual.
2.Ketrampilan Kemanusiaan.
3.Ketrampilan Administrasi.
4.Ketrampilan Teknik.

Teori adalah serangkaian konsep dan ide yang secara sistematis menjelaskan dan meramalkan perilaku fisik dan sosial.

Perkembangan teori manajemen:
Seperti semua bidang studi lainnya, perkembangan teori manajemen terjadi sangat pesat.oleh karna itu, agar pembahasan dan pemahaman tentang manajemen mengenai sasaran,perlu diketahui terlebih dahulu proses perkembangan teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen yang akan memberikan “landasan” kuat bagi pemahaman perkembangan selanjutnya.

Teori Manajemen Klasik:
Sebelum sejarah yang di sebut zaman manajemen ilmiah muncul,telah terjadi revolusi industri pada abad ke 19, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik.

Perkembangan Awal Teori Manajemen:
Ada dua tokoh manajemen, yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yang akan di bahas disini, yakni Robert Owen dan Charles Babbage.
Robert Owen (1771-1858). Pada pemulaan tahun 1800an Robert Owen, seorang manjemen pabrik pemintalan kapas di newlanark skotlandia, menekankan pentingnya unsure manusia dalam produksi.
Charles Babbage (1792-1871). Charles Babbage,seorang professor matematika dari inggris, mencurahkan banyak waktu untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien.

Manajemen Ilmiah:
Frederick W.taylor (1856-1915). Manajemen ilmiah mula-mula di kembangkan oleh Frederick winslow taylor sekitar tahun 1900an. Karna karyanya tersebut, Taylor di sebut sebagai “bapak manajemen ilmiah”. Dalam bukunya literature, manajemen ilmiah sering di artikan berbeda-beda. Manfaat yang didapat dari pengembangan teknik-teknik manajemen ilmiah ini tampak pada perkembangan teknik-teknik riset operasi, simulasi, otomatisasi dan sebagainya dalam memecahkan masalah-masalah manajemen.

Teori Organisasi Klasik:

1. Pembagian kerja
2. Wewenang
3. Disiplin
4. Kesatuan pemerintah
5. Kesatuan pengarahan
6. Meletakan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum
7. Balas jasa
8. Sentralisasi
9. Rantai sekalar
10. Order
11. Keadilan
12. Setabilitas staf organisasi
13. Inisiatif
14. Esprit de corps (semangat korsp)

Aliran Hubungan Manusia:
Aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul karena ketidak puasan bahwa yang di kemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku yang rasional.

Aliran Menejemen Modern:
Masa manajemen modern berkembang mulai dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain di bangun atas dasar manajemen ilmiah, di kenal sebagai aliran kuanitatif.

Pendekatan System:
Sebagai suatu prinsip fundamental, pendekatan system adalah sangat mendasar. Ini secara sederhana berarti bahwa segala sesuatu adalah saling berhubungan dan saling bergantung.

Pendekatan Kontingensi:
Pendekatan kontingensi di kembangkan oleh para manajemen, konsultan dan peneliti yang mencoba untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam situasi kehidupannyata.

Perkembangan Teori Manajemen di Masa Mendatang:
1. Dominan
2. Divergence
3. Convergence
4. Sintesa
5. Proliferation

I.
2 Faktor Lingkungan Yaitu:
A.LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO: para pesaing, penyedia, langganan, lembaga2 keuangan,pasar tenaga terja, perwakilan2 pemerintah.
B.LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO: teknologi, ekonomi, politik dan hukum, sosial-budaya, dimensi internasional.

II. ORGANISASI DAN LINGKUNGAN : Manager berusaha mempengaruhi lingkungan eksternal mikro, serta peramalan lingkungan eksternal makro’ melalui perencanaan, perancangan organisasi dan lingkungan, serta menyesuaikan dengan lingkungan.

III.

PROSES PERENCANAAN

1.PENGERTIAN : dalam perencanaan diputuskan apa, kapan, bagaimana, dan siapa yang melakukan. PERENCANAAN adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan/memutuskan selanjutnya apa yg harus dilakukan, kapan, bagaimana danoleh siapa

2.EMPAT TAHAP DASAR PERENCANAAN :
1) menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan;
2) Merumuskan keadaan saat ini;
3) Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan;
4) Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan

3.ALASAN2 PERLUNYA PERENCANAAN : protective benefits dan positive benefits.
Manfaat Perencanaan yi:
1)membantu manajemen unt penyesuaian diri dg lingkungan:
2)membantu kristalisasi penyesuai pada masalah2 utama;
3)memahami gambaran operasional secara jelas;
4)membantu penempatan tanggungjawab;
5)memberikan cara pemberian perintah untuk operasional;
6)memudahkan koordinasi;
7)membuat tujuan lebih rinci dan mudah difahami;
8)meminimumkan pekerjaan yg tidak pasti;
9)menghemat waktu, usaha dan dana.
Kelemahan Perencanaan:
1)Pekerjaan yg tercakup dlm perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata; 2)cenderung menunda pekerjaan;
3)sering membatasi manajemen berinisiatif dan berinovasi;
4)ada rencana yg tidak konsisten diikutsertakan.

4.HUBUNGAN PERENCANAAN DGN FUNGSI MANAJEMEN LAINNYA: saling berhubungan, saling tergantung; saling berinteraksi.
5.PENGORGANISASIAN DAN PENYUSUNAN PERSONALIA
6.PENGARAHAN
7.PENGAWASAN
8.TIPE-TIPE PERENCANAAN DAN RENCANA : ada paling sedikit lima dasar pengklasifikasian rencana2 yi:
1)bidang fungsional;
2)Tingkatan organisasional;
3)karakteristik2 rencana yg meliputi faktor2 kompleksitas, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitatif dan kualitatif;
4)waktu;
5)Unsur2 rencana dalam wujud anggaran, program, prosedur, kebijakan dsbnya.

9.RENCANA—RENCANA STRATEGIK : Ada 2 tipe utama rencana yaitu rencana2 strategik yg dirancang memenuhi tujuan2 organisasi yg lebih luas yaitu pengimplementasi misi; dan rencana operasiona yi penguraian bagaimana rencana strategi akan dicapai.

10.RENCANA-RENCANA SEKALI PAKAI

11.RENCANA2 TETAP

12.FAKTOR WAKTU DAN PERENCANAAN : Rencana jangka pendek, menengah dan panjang

13.PERENCANAAN STRATEGIK

14.PROSES PERENCANAAN STRATEGIK : Langkah2 proses penyusunan stragik:
1)Penentuan Visi dan Tujuan;
2)Pengembangan profil perusahaan;
3)Analisa lingkungan eksternal;
4)Analisas internal perusahaan;
5)Identifikasi kesempatan dan ancaman strategik;
6)Pembuatan keputusan stratik;
7)Pengembangan stragi perusahaan;
8)Implementasi strategi;
9)peninjauan kembali dan evaluasi.

Efektivitas Perencanaan :
1)Kegunaan
2)Ketepatan Waktu
3)Efektivitas Biaya;
4)Ketepatan dan objektivitas;
5)Ruang Lingkup;
6)Akuntabilitas

Berbagai fungsi tujuan organisasi antara lain :
a.Pedoman bagi kegiatan.
b.Sumber legitimasi.
c.Standar pelaksanaan.
d.Sumber motivasi.
e.Dasar rasional pengorganisasian.

TIPE-TIPE TUJUAN:
a.tujuan kemasyarakatan
b.tujuan keluaran
c.tujuan sistem
d.tujuan produk atau tujuan karaktek produk
e.tujuan turunan

Peter Drucker mengidentifikasikan 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan TUJUAN sbb:
a.Posisi Pasar
b.Produktivitas
c.Sumber daya fisik dan Keuangan
d.Profitabilitas (tujuan laba untuk mencapai tujuan lainnya yi penelitian dan pengembangan/inovasi, kekuatan keuangan, pengupahan yg baik)
e.Inovasi : ada kebutuhan terus menerus akan produk atau jasa baru dan inovasi
f.Prestasi dan pengembangan manajer
g.Tanggungjawab sosial dan publik

Manajement By Objectives (MBO:
Manajemen by Objectives diperkenalkan oleh Peter Drucker, 1954 dalam bukunya The Practice of Manajement. Dikenal juga dengan nama-nama lainnya. Manajemen berdasarkan sasaran/manajemen berdasarkan hasil atau Manajement by Results, Goals Manajement, Work Planning and Review, Goals and Controls, Joint Target Setting dsb nya. MBO menekankan penting nya peranan tujuan dalam perencanaan efektif.

Dua dasar hipotesa kesuksesan MBO yaitu pertama bila seseorang melekat secara kuat pada suatu tujuan, ia akan bersedia mengeluarkan usaha lebih untuk meraihnya dibandingkan bila seseorang tidak merasa terikat. Hipotesa kedua, bahwa kapan saja seseorang memperkirakan sesuatu akan terjadi, ia akan melakukan apa saja untuk membuatnya terjadi. Hipotesa-hipotesa inilah yang menjiwai suksesnya MBO dalam praktek nya.

Unsur-unsur umum dalam MBO yang efektif yaitu:
1.Komitmen pada program.
2.Penetapan tujuan manajemen puncak.
3.Tujuan-tujuan perorangan.
4.Partisipasi.
5.Otonomi dalam implementasi rencana.
6.Peninjauan kembali prestasi.

Unsur-unsur yang diperlukan bagi efektivitas MBO adalah:
1.Mendidik dan melatih manajer.
2.Merumuskan tujuan secara jelas.
3.Menunjukkan komitmen manajemen puncak secara berkelanjutan.
4.Membuat umpan balik efektif.
5.Mendorong partisipasi.

Tosi dan Carroll mengemukakan kebaikan Program MBO sebagai berikut:
a.Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
b.Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan tujuan dan sasaran.
c.Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
d.Membuat individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
e.Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu.

Berikut adl lima fungsi manajemen yg paling penting menurut Handoko (2000:21) yg berasal dari klasifikasi paling awal dari fungsi-fungsi manajerial menurut Henri Fayol yaitu:

Planning
Planning atau perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek program prosedur metode sistem anggaran dan standar yg dibutuhkan utk mencapai tujuan.

Organizing
Organizing atau pengorganisasian ini meliputi:
1. Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi.
2. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
3. Penugasan tanggung jawab tertentu
4. Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu utk melaksanakan tugasnya.

Staffing
Staffing atau penyusunan personalia adl penarikan (recruitment) latihan dan pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yg menguntungkan dan produktif.

Leading
Leading atau fungsi pengarahan adl bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yg diinginkan dan harus mereka lakukan.

Controlling
Controlling atau pengawasan adl penemuan dan penerapan cara dan alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dgn yg telah ditetapkan.
Daft (2003:6) membagi manajemen menjadi empat fungsi saja berikut penjelasannya:

1. Planning merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn pendefinisian sasaran utk kinerja organisasi di masa depan dan utk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya-sumber daya yg digunakan yg dibutuhkan utk mencapai sasaran tersebut.
2. Organizing merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn penugasan mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen.
3. Leading fungsi manajemen yg berkenaan dgn bagaimana menggunakan pengaruh utk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.
4. Controlling fungsi manajemen yg berkenaan dgn pengawasan terhadap aktivitas karyawan menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yg sesuai dgn sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan.

Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :

1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.


Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tujuan-tujuan MSDM terdiri dari empat tujuan, yaitu :
1. Tujuan Organisasional

Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.

2. Tujuan Fungsional

Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.

3. Tujuan Sosial

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.

4. Tujuan Personal

Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi.

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar