Pilih Warna Kesukaan Anda

Home

Isi menu tab view 1
Isi menu tab view 2
Isi menu tab view 3
Sumber : Ferdy Vilnius © COPYRIGHT 2011

Ferdy Vilnius, Mi, S.Kom, C4i ^_^

Kesakitan Dalam Hidupku Yang Terluka

"Aku Sakit"

Aku tahu aku tak smpurna.
Tapi, apakah salah, jika aku menginginkan seorang yang smpurna ??
apakah aku tak pantas dicinta ??


Aku memang munafik.
Tapi apa daya semua ini, percma aku mengharapkan dia kembli.

Dia hanya anggap aku angin lalu.
apakah berhak untuk aku memaksa dia kembali ??
apakah berhak, jika aku memaksa dia untuk mencntaiku lagi??
Saat dia sudah berpaling ke yang lain, aku mulai tak sanggup melihat dia berdua.
Tapi, hanya 1 pesanku tuk sesorang itu, "Jaga dia, dan buat dia selalu tersenyum ketika ada di sampingmu".





“LUKA”

Luka.
mengapa kau harus datang, menambah beban hidup yang kelam.
tersisih asa yang hilang, ku ingin mati.
Jika tuhan mempersetujui, bukan karena kamu yang begitu ku cinta.
Tapi karena ku memang harus terluka, begitu sakit dan begitu perih.

Tapi kan ku pendam luka ini agar kau mengerti.
Betapa tulus rasa cintaku, sampai ku rela tuk mati “HANYA KARENA LUKA”

Arti Cinta

Cinta yang tak pernah habis untuk dibicarakan, entah berapa ribu bahkan jutaan kata-kata mutiara tentang cinta untuk diucapkan, direnungkan, dikhayalkan, namun belum tentu bisa direalisasikan. Entahlah, cinta memang aneh dan bisa diungkapkan dengan kata-kata mutiara cinta sesuai dengan situasi dan kondisi. Kumpulan kata-kata mutiara cinta dibawah ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi anda untuk mengungkapkan betapa dalam cinta anda pada si dia.

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.

Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.

Koordinasi Manajemen


KOORDINASI
Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.

Tiga macam satuan-satuan organisasi menurut James D.Thompson:
1. Saling ketergantungan yang menyatu.
2. Saling ketergantungan yang berurutan.
3. Saling ketergantungan timbal balik.

Bagian-bagian yang mempersulit penggkoordinasian dalam organisasi secara efektif, yaitu:
1. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu.
2. Perbedaan dalam orientasi waktu.
3. Perbedaan dalam orientasi antar pribadi.
4. Perbedaan dalam formalitas struktur.
 
Komunikasi adalah kunci koordinasi yang efektif. Ada tiga pendekatan untuk pencapaian koordinasi yang efektif, antara lain:
1. Hanya mempergunakan teknik-teknik manajemen dasar.
2. Diperlukan bermacam-macam satuan organisasi menjadi saling tergantung dan lebih luas dalam ukuran dan fungsi.
3. Peningkatan koordinasi potensial, mengurangi kebutuhan akan koordinasi.

Komponen-komponen vital manajemen dapat dirincikan secara berikut:
1. Hirarki manajerial.
2. Aturan dan prosedur.
3. Rencana dan penetapan tujuan.

Koordinasi potensial dapat ditingkatkan dalam dua cara vertikal dan horizontal.
Sistem Informasi Vertikal adalah peralatan melalui mana data disalurkan melewati tingkatan-tingkatan organisasi.
Hubungan-hubungan Lateral (Horizontal). Melalui pemotongan rantai perintah, hubungan-hubungan lateral membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat hirarki dimana informasi yang dibutuhkan ada.

Beberapa hubungan lateral, yang dapat diperinci sebagai berikut:
1. Kontak langsung antara individu-individu yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
2. Peranan penghubung, yang menangani komunikasi antar departemen sehingga mengurangi panjangnya saluran komunikasi.
3. Panitia dan satuan tugas. Panitia biasanya diorganisasi secara formal dengan pertemuan yang dijadwalkan teratur.
4. Pengintegrasian peranan-peranan, yang dilakukan oleh misal manajer produk atau proyek, perlu diciptakan bila suatu produk, jasa atau proyek khusus memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus menerus dari seseorang.
5. Peranan penghubung manajerial, yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan implementasinya.
6. Organisasi matriks.

Dua metode pengurangan kebutuhan koordinasi, yaitu:
1. Penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan.
2. Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri.

Rentang manajemen adalah jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan dan memberi laporan secara langsung kepada manajer tertentu.

Dua alasan utama mengapa penentuan rentang yang tepat adalah penting.
1. Rentang manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.
2. Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi.

Tiga pilihan meningkatnya jumlah karyawan:
1. Rentang manajemen naik.
2. Hirarki tingkatan manajemen naik.
3. Kombinasi keduanya.

Dasarnya faktor-faktor pengaruh yang dipertimbangkan adalah:
1. Kesamaan fungsi-fungsi: semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
2. Kedekatan geografis: semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, secara fisik, rentangan semakin melebar.
3. Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan: semakin sedikit pengawasan langsung yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
4. Tingkat koordinasi pengawasan yang dibutuhkan: semakin berkurang koordinasi yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
5. Perencanaan yang dibutuhkan manajer: semakin sedikit perencanaan yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
6. Bantuan organisasional yang tersedia bagi pengawas: lebih banyak bantuan yang diterima pengawas dalam fungsi-fungsi seperti penarikan, latihan, dan pengawasan mutu, rentangan semakin melebar.
Rentang situasi bawahan dan atasan yang secara ringkas dapat ditunjukan berikut ini:

1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi. Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
* Pekerjaan bersifat rutin.
* Operasi-operasi stabil.
* Pekerjaan bawahan sejenis.
* Bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan yang lain.
* Prosedur-prosedur dan metoda-metoda dibuat secara baik dan telah diformalisasi.
* Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.

2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan. Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
* Bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu.
* Bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat.

3. Faktor-faktor yang berhubungan dengan atasan. Rentangan manajemen dapat relatif melebar bila:
* Manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan tinggi.
* Manajer menerima bantuan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengawasannya.
* Manajer tidak mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan.
* Manajer lebih menyukai gaya pengawasan yang lepas dari pada ketat.

Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. Suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
1. Risiko Operasional
2. Risiko Hazard
3. Risiko Finansial
4. Risiko Strategik

1. Risiko Operasional adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem. Sumber terjadinya risiko operasional paling luas dibanding risiko lainnya yakni selain bersumber dari aktivitas di atas juga bersumber dari kegiatan operasional dan jasa, akuntansi, sistem tekhnologi informasi, sistem informasi manajemen atau sistem pengelolaan sumber daya manusia.

2. Risiko Hazard adalah Risiko yang dipakai dalam sebuah asuransi untuk melihat terjadinya kerugian-kerugian dalam sebuah perusahaan asuransi.

3. Risiko Finansial adalah Risiko yang diapakai untuk melakukan pengecekan kerugian perusahaan.

4. Risiko Strategik adalah risiko yang timbul apabila bank salah menerapkan strategi, terlambat merubah strategi, kurang responsif terhadap strategi yang dijalankan untuk mencapai sebuah tujuan. Pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat juga salah satu penyebab timbulnya risiko strategik.

suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik
suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik
suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik

Pengertian Risiko

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.

Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity, sedangkan ketidak pastian yang menibulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).

Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan kalaupun rugi hanya kecil sekali? Misalnya membeli loterei. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli loterei relatif kecil.Apakah ini juga tergolong Risiko? jawabannya adalah hal ini juga tergolong risiko. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko.


Kategori risiko

Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :

1. risiko spekulatif, dan
2. risiko murni.


Risiko spekulatif

Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.

Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.

Risiko murni

Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan (insurable risk).

Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.


pedoman standar penerapan manajemen risiko bagi bank yang mencakup : 
1. Risiko Kredit, yakni risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) untuk memenuhi kebutuhannya dalam melakukan pembayaran. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti pembiayaan, treasury, atau investasi yang tercatat dalam pembukuan bank. 
2. Risiko Pasar, yakni risiko yang terjadi akibat berubahnya variabel dari portfolio yang dimiliki oleh bank. Variabel yang berubah biasanya adalah suku bunga dan nilai tukar mata uang. Risiko pasar dapat bersumber dari kegiatan investasi bank dalam bentuk surat berharga, pengadaan valas atau penempatan pada lembaga keuangan lainnya. 
3. Risiko Likuiditas, yakni risiko yang dimiliki karena bank gagal melakukan pembayaran terhadap kewajibannya yang jatuh tempo. Risiko dapat bersumber dari aktivitas bank dalam bidang perkreditan, penyediaan dana, dan instrumen hutang. 
4. Risiko Operasional, adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem. Sumber terjadinya risiko operasional paling luas dibanding risiko lainnya yakni selain bersumber dari aktivitas di atas juga bersumber dari kegiatan operasional dan jasa, akuntansi, sistem tekhnologi informasi, sistem informasi manajemen atau sistem pengelolaan sumber daya manusia. 
5. Risiko Hukum, timbul dari kegiatan yuridis antara lain dalam timbulnya tuntutan hukum dari pihak ketiga, ketiadaan peraturan perundangan yang mendukung, kelemahan pengikatan, atau pengikatan jaminan yang tidak sempurna sehingga bank tidak dapat melakukan tindakan likuidasi. Risiko ini dapat timbul dari aktivitas pembiayaan maupun aktivitas operasional. 
6. Risiko Reputasi, adalah risiko yang timbul dari perpepsi masyarakat atau publikasi negatif terhadap kondisi bank. 
7. Risiko Stratejik, adalah risiko yang timbul apabila bank salah menerapkan strategi, terlambat merubah strategi, kurang responsif terhadap strategi yang dijalankan untuk mencapai sebuah tujuan. Pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat juga salah satu penyebab timbulnya risiko strategik. 
8. Risiko Kepatuhan, adalah risiko yang bersinggungan erat dengan risiko yang lain. Pada dasarnya risiko kepatuhan terkait dengan risiko yang timbul apabila kita tidak mentaati regulasi yang ada. Misalnya risiko kredit dapat muncul apabila kita tidak dapat memenuhi ketentuan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) atau Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Sedangkan risiko operasional dapat dapat muncul apabila perbankan mengabaikan ketentuan Posisi Devisa Netto (PDN). Risiko stratejik dapat muncul terkait Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) yang dibuat oleh bank. Risiko reputasi dapat muncul seandainya Non Performing Loan (NPL) naik melejit melebihi ketentuan yang ada.

Manajemen & Manajer

I.Tingkatan Manajemen :

1. Manajer Lini – Pertama
2. Manager Menengah
3. Manager Puncak

II.Tugas-tugas Penting Manajer :

1.Manajer Bekerja dgn dan melalui orang lain.
2.Menajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan2 yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas.
3.Manajer bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan.
4.Manajer harus berpikir secara kritis dan konseptual.
5.Manajer adalah seorang Mediator.
6.Manajer adalah seorang Politisi.
7.Manajer adalah seorang Diplomat.
8.Manajer mengambil Keputusan2 Sulit.

III.Ketrampilan Manajerial :

1.Ketrampilan Konseptual.
2.Ketrampilan Kemanusiaan.
3.Ketrampilan Administrasi.
4.Ketrampilan Teknik.

Teori adalah serangkaian konsep dan ide yang secara sistematis menjelaskan dan meramalkan perilaku fisik dan sosial.

Perkembangan teori manajemen:
Seperti semua bidang studi lainnya, perkembangan teori manajemen terjadi sangat pesat.oleh karna itu, agar pembahasan dan pemahaman tentang manajemen mengenai sasaran,perlu diketahui terlebih dahulu proses perkembangan teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen yang akan memberikan “landasan” kuat bagi pemahaman perkembangan selanjutnya.

Teori Manajemen Klasik:
Sebelum sejarah yang di sebut zaman manajemen ilmiah muncul,telah terjadi revolusi industri pada abad ke 19, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik.

Perkembangan Awal Teori Manajemen:
Ada dua tokoh manajemen, yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yang akan di bahas disini, yakni Robert Owen dan Charles Babbage.
Robert Owen (1771-1858). Pada pemulaan tahun 1800an Robert Owen, seorang manjemen pabrik pemintalan kapas di newlanark skotlandia, menekankan pentingnya unsure manusia dalam produksi.
Charles Babbage (1792-1871). Charles Babbage,seorang professor matematika dari inggris, mencurahkan banyak waktu untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien.

Manajemen Ilmiah:
Frederick W.taylor (1856-1915). Manajemen ilmiah mula-mula di kembangkan oleh Frederick winslow taylor sekitar tahun 1900an. Karna karyanya tersebut, Taylor di sebut sebagai “bapak manajemen ilmiah”. Dalam bukunya literature, manajemen ilmiah sering di artikan berbeda-beda. Manfaat yang didapat dari pengembangan teknik-teknik manajemen ilmiah ini tampak pada perkembangan teknik-teknik riset operasi, simulasi, otomatisasi dan sebagainya dalam memecahkan masalah-masalah manajemen.

Teori Organisasi Klasik:

1. Pembagian kerja
2. Wewenang
3. Disiplin
4. Kesatuan pemerintah
5. Kesatuan pengarahan
6. Meletakan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum
7. Balas jasa
8. Sentralisasi
9. Rantai sekalar
10. Order
11. Keadilan
12. Setabilitas staf organisasi
13. Inisiatif
14. Esprit de corps (semangat korsp)

Aliran Hubungan Manusia:
Aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul karena ketidak puasan bahwa yang di kemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku yang rasional.

Aliran Menejemen Modern:
Masa manajemen modern berkembang mulai dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain di bangun atas dasar manajemen ilmiah, di kenal sebagai aliran kuanitatif.

Pendekatan System:
Sebagai suatu prinsip fundamental, pendekatan system adalah sangat mendasar. Ini secara sederhana berarti bahwa segala sesuatu adalah saling berhubungan dan saling bergantung.

Pendekatan Kontingensi:
Pendekatan kontingensi di kembangkan oleh para manajemen, konsultan dan peneliti yang mencoba untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam situasi kehidupannyata.

Perkembangan Teori Manajemen di Masa Mendatang:
1. Dominan
2. Divergence
3. Convergence
4. Sintesa
5. Proliferation

I.
2 Faktor Lingkungan Yaitu:
A.LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO: para pesaing, penyedia, langganan, lembaga2 keuangan,pasar tenaga terja, perwakilan2 pemerintah.
B.LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO: teknologi, ekonomi, politik dan hukum, sosial-budaya, dimensi internasional.

II. ORGANISASI DAN LINGKUNGAN : Manager berusaha mempengaruhi lingkungan eksternal mikro, serta peramalan lingkungan eksternal makro’ melalui perencanaan, perancangan organisasi dan lingkungan, serta menyesuaikan dengan lingkungan.

III.

PROSES PERENCANAAN

1.PENGERTIAN : dalam perencanaan diputuskan apa, kapan, bagaimana, dan siapa yang melakukan. PERENCANAAN adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan/memutuskan selanjutnya apa yg harus dilakukan, kapan, bagaimana danoleh siapa

2.EMPAT TAHAP DASAR PERENCANAAN :
1) menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan;
2) Merumuskan keadaan saat ini;
3) Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan;
4) Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan

3.ALASAN2 PERLUNYA PERENCANAAN : protective benefits dan positive benefits.
Manfaat Perencanaan yi:
1)membantu manajemen unt penyesuaian diri dg lingkungan:
2)membantu kristalisasi penyesuai pada masalah2 utama;
3)memahami gambaran operasional secara jelas;
4)membantu penempatan tanggungjawab;
5)memberikan cara pemberian perintah untuk operasional;
6)memudahkan koordinasi;
7)membuat tujuan lebih rinci dan mudah difahami;
8)meminimumkan pekerjaan yg tidak pasti;
9)menghemat waktu, usaha dan dana.
Kelemahan Perencanaan:
1)Pekerjaan yg tercakup dlm perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata; 2)cenderung menunda pekerjaan;
3)sering membatasi manajemen berinisiatif dan berinovasi;
4)ada rencana yg tidak konsisten diikutsertakan.

4.HUBUNGAN PERENCANAAN DGN FUNGSI MANAJEMEN LAINNYA: saling berhubungan, saling tergantung; saling berinteraksi.
5.PENGORGANISASIAN DAN PENYUSUNAN PERSONALIA
6.PENGARAHAN
7.PENGAWASAN
8.TIPE-TIPE PERENCANAAN DAN RENCANA : ada paling sedikit lima dasar pengklasifikasian rencana2 yi:
1)bidang fungsional;
2)Tingkatan organisasional;
3)karakteristik2 rencana yg meliputi faktor2 kompleksitas, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitatif dan kualitatif;
4)waktu;
5)Unsur2 rencana dalam wujud anggaran, program, prosedur, kebijakan dsbnya.

9.RENCANA—RENCANA STRATEGIK : Ada 2 tipe utama rencana yaitu rencana2 strategik yg dirancang memenuhi tujuan2 organisasi yg lebih luas yaitu pengimplementasi misi; dan rencana operasiona yi penguraian bagaimana rencana strategi akan dicapai.

10.RENCANA-RENCANA SEKALI PAKAI

11.RENCANA2 TETAP

12.FAKTOR WAKTU DAN PERENCANAAN : Rencana jangka pendek, menengah dan panjang

13.PERENCANAAN STRATEGIK

14.PROSES PERENCANAAN STRATEGIK : Langkah2 proses penyusunan stragik:
1)Penentuan Visi dan Tujuan;
2)Pengembangan profil perusahaan;
3)Analisa lingkungan eksternal;
4)Analisas internal perusahaan;
5)Identifikasi kesempatan dan ancaman strategik;
6)Pembuatan keputusan stratik;
7)Pengembangan stragi perusahaan;
8)Implementasi strategi;
9)peninjauan kembali dan evaluasi.

Efektivitas Perencanaan :
1)Kegunaan
2)Ketepatan Waktu
3)Efektivitas Biaya;
4)Ketepatan dan objektivitas;
5)Ruang Lingkup;
6)Akuntabilitas

Berbagai fungsi tujuan organisasi antara lain :
a.Pedoman bagi kegiatan.
b.Sumber legitimasi.
c.Standar pelaksanaan.
d.Sumber motivasi.
e.Dasar rasional pengorganisasian.

TIPE-TIPE TUJUAN:
a.tujuan kemasyarakatan
b.tujuan keluaran
c.tujuan sistem
d.tujuan produk atau tujuan karaktek produk
e.tujuan turunan

Peter Drucker mengidentifikasikan 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan TUJUAN sbb:
a.Posisi Pasar
b.Produktivitas
c.Sumber daya fisik dan Keuangan
d.Profitabilitas (tujuan laba untuk mencapai tujuan lainnya yi penelitian dan pengembangan/inovasi, kekuatan keuangan, pengupahan yg baik)
e.Inovasi : ada kebutuhan terus menerus akan produk atau jasa baru dan inovasi
f.Prestasi dan pengembangan manajer
g.Tanggungjawab sosial dan publik

Manajement By Objectives (MBO:
Manajemen by Objectives diperkenalkan oleh Peter Drucker, 1954 dalam bukunya The Practice of Manajement. Dikenal juga dengan nama-nama lainnya. Manajemen berdasarkan sasaran/manajemen berdasarkan hasil atau Manajement by Results, Goals Manajement, Work Planning and Review, Goals and Controls, Joint Target Setting dsb nya. MBO menekankan penting nya peranan tujuan dalam perencanaan efektif.

Dua dasar hipotesa kesuksesan MBO yaitu pertama bila seseorang melekat secara kuat pada suatu tujuan, ia akan bersedia mengeluarkan usaha lebih untuk meraihnya dibandingkan bila seseorang tidak merasa terikat. Hipotesa kedua, bahwa kapan saja seseorang memperkirakan sesuatu akan terjadi, ia akan melakukan apa saja untuk membuatnya terjadi. Hipotesa-hipotesa inilah yang menjiwai suksesnya MBO dalam praktek nya.

Unsur-unsur umum dalam MBO yang efektif yaitu:
1.Komitmen pada program.
2.Penetapan tujuan manajemen puncak.
3.Tujuan-tujuan perorangan.
4.Partisipasi.
5.Otonomi dalam implementasi rencana.
6.Peninjauan kembali prestasi.

Unsur-unsur yang diperlukan bagi efektivitas MBO adalah:
1.Mendidik dan melatih manajer.
2.Merumuskan tujuan secara jelas.
3.Menunjukkan komitmen manajemen puncak secara berkelanjutan.
4.Membuat umpan balik efektif.
5.Mendorong partisipasi.

Tosi dan Carroll mengemukakan kebaikan Program MBO sebagai berikut:
a.Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
b.Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan tujuan dan sasaran.
c.Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
d.Membuat individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
e.Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu.

Berikut adl lima fungsi manajemen yg paling penting menurut Handoko (2000:21) yg berasal dari klasifikasi paling awal dari fungsi-fungsi manajerial menurut Henri Fayol yaitu:

Planning
Planning atau perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek program prosedur metode sistem anggaran dan standar yg dibutuhkan utk mencapai tujuan.

Organizing
Organizing atau pengorganisasian ini meliputi:
1. Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi.
2. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
3. Penugasan tanggung jawab tertentu
4. Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu utk melaksanakan tugasnya.

Staffing
Staffing atau penyusunan personalia adl penarikan (recruitment) latihan dan pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yg menguntungkan dan produktif.

Leading
Leading atau fungsi pengarahan adl bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yg diinginkan dan harus mereka lakukan.

Controlling
Controlling atau pengawasan adl penemuan dan penerapan cara dan alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dgn yg telah ditetapkan.
Daft (2003:6) membagi manajemen menjadi empat fungsi saja berikut penjelasannya:

1. Planning merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn pendefinisian sasaran utk kinerja organisasi di masa depan dan utk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya-sumber daya yg digunakan yg dibutuhkan utk mencapai sasaran tersebut.
2. Organizing merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn penugasan mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen.
3. Leading fungsi manajemen yg berkenaan dgn bagaimana menggunakan pengaruh utk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.
4. Controlling fungsi manajemen yg berkenaan dgn pengawasan terhadap aktivitas karyawan menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yg sesuai dgn sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan.

Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :

1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.


Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tujuan-tujuan MSDM terdiri dari empat tujuan, yaitu :
1. Tujuan Organisasional

Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.

2. Tujuan Fungsional

Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.

3. Tujuan Sosial

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.

4. Tujuan Personal

Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi.

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.